hari ini sore dikuningan kota kecil yang penuh dengan pesona luar biasa yang banyak orang bergantung pada kota kuda julukannya.
kota imut yang banyak memungut harapan dari beberapa tempat wisata, walau cenderung banyak merusak ranah kekayaan alam yang diwariskan leluhur untuk anak cucunya, namun digubah jadi pojok-pojok orang luar kuningan untuk melepas penat dan bercengkrama.
tapi beberapa pertanyaan dari saya pribadi timbul, apakah warga kuningannya benar-benar menikmati hasil dari perubahan-perubahan yang terjadi, lalu apakah warga kuningan benar-benar menjadi pelaku dari majunya beberapa akses wisata alam yang dibangun dibeberapa pojok gunung teeringgi di Jawa Barat ini?
bukan syirik sih jatuhnya, tapi dari berbagai keresahan dari dampak maraknya wisata di kota kecil ini, saya pribadi berharap banyak warga Kuningan sendiri yang terlibat didalamnya, baik sebagai pengelola ataupun yang lebih besar pengembang atau pemilik dari beberapa tempat wisata yang menjamur bak sampah yang kini berserakan di pojok-pojok tempat wisata yang kerap tidak terbawa atau sengaja ditinggal wisatawan.
kalau mau cari salah-salahan mungkin bisa jadi kita semua salah, mungkin dari sebagian masyarakat terlalu asyik menonton beberapa fenomena dari banyaknya wisatawan yang datang ke kota ini, hingga lupa mereka seharusnya terlibat didalamnya bukannya menonton keriuhan yang ada. atau disisi lain anak-anak kuningan sendiri dihantam dan dihadapkan dengan kotanya yang minim lapangan pekerjaan hingga mereka harus mengadu nasib menjadi kuli-kuli di kawasan industri atau manusia-manusia penghasil fenomena Tukang Indomi dan Bubur Ijo karena saking tidak adanya akses untuk mengembangkan lapangan pekerjaan itu sendiri.
selanjutnya pemerintah dari beberapa kali ganti kepemimpina secara pandangan pribadi penulis, belum membuat regulasi yang mengarah kepada pelibatan warganya diranah-ranah wisata yang sekarang menjamur dan berkembang di kota tercinta ini, jadi mau kita seperti apa? mau saya secara pribadi semuanya terlibat dalam membentuk dan memanfaatkan, menjaga tempat wisata tanpa merugikan kekayaan alam yang kita miliki, seraya keterlibatan anak kuningan terlihat didalamnya.

Post a Comment for " "